Bikin Modul Tiap Liburan

Membuat bahan ajar bisa dibilang kewajiban bagi semua guru. Meski begitu, belum tentu semua guru bisa membuat bahan ajar yang bagus. Tak jarang guru baru menyiapkan bahan ajar saat proses belajar mengajar akan berlangsung esok harinya.

”Membuat bahan ajar yang baik perlu waktu. Kalau bisa, semua sudah dipersiapkan sebelum tahun ajaran dimulai,” kata Siti Nurmala, guru Administrasi Perkantoran SMKN 1 Surabaya.

Wanita yang akrab dipanggil Mala itu mengaku pantang membuat bahan ajar dadakan. Dia selalu menyiapkan segalanya saat liburan semeseter. Selain menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dia membuat modul pembelajaran, yang biasa disebut buku ajar. ”Biasanya saya juga menyiapkan media yang akan dipakai pada tiap RPP,” ungkapnya.

Namun, Mala tak membuat bahan ajar pada semua materi pembelajaran. Dia hanya membuatnya bila kompetensi yang akan dia ajarkan masih baru dan buku-buku yang terkait materi pembelajaran itu masih sedikit di pasaran. Dalam kasus begitu, dia mencoba merangkum beberapa buku dan menjadikannya sebuah modul. Tak jarang dia harus surfing ke internet untuk mendapatkan bahan tersebut. ”Buku-buku yang akan dibuat modul kan tidak bisa sembarangan. Harus benar-benar sesuai,” ujarnya.

Menurut Mala, satu modul bisa diselesaikannya dalam seminggu hingga sebulan. Untuk satu modul, Mala biasanya minimal menggunakan empat buku.

Meski telah memberikan modul, Mala tetap menyuruh siswanya membawa buku pendamping. Dia selalu menunjukkan buku apa saja yang dia pakai dan buku apa saya yang bisa dijadikan referensi. ”Kalau hanya dari modul, pemikiran siswa akan kurang berkembang. Buku pendamping tetap dibutuhkan,” terangnya.

Dalam modulnya, Maya mengaku menggunakan gaya bahasa seolah dia tengah menerangkannya kepada siswa. Modul tersebut juga didesain agar tidak terlalu gamblang. ”Yang ini untuk merangsang siswa bertanya atau mencari jawaban sendiri,” ungkapnya.

Berdasar pertanyaan dan masukan siswa, Mala mengembangkan modul buatannya. ”Kadang masukan mereka saya masukkan dalam modul untuk tahun ajaran berikutnya,” ujar Mala.

Dengan membuat modul yang bahasanya disesuaikan dengan siswa, Mala merasakan pembelajaran jadi lebih mudah. Dia tidak perlu lagi ngoyo menerangkan karena semua sudah ada dalam modul.

“Yang paling sulit dalam membuat modul adalah mengatur waktu. Kalau tidak ditargetkan, bisa tak selesai-selesai. Karena itu, seharusnya tiap liburan ada workshop pembuatan modul,” tegasnya. (sha/soe)

Sumber : http://www.jawapos.co.id/ [ Rabu, 14 Januari 2009 ]

Satu Tanggapan

  1. bahan ulangan semester nya apa pak??????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: