11 Karakteristik Manajemen Sekolah

Karakteristik 1: Perencanaan dan Pengembangan Sekolah

  • Perencanaan merupakan dasar bagi fungsi manajemen lain.
  • Perencanaan merupakan pernyataan mengenai kehendak di masa depan yang ingin dicapai.
  • Perencanaan meliputi jangka pendek, menengah dan panjang.
  • Sekolah yang efektif memiliki rencana pengembangan sekolah yang disepakati bersama.

Karakteristik 2: Iklim dan Budaya Sekolah

  • Penciptaan dan pemeliharaan iklim yang kondusif untuk belajar.
  • Penciptaan norma dan kebiasaan yang positif.
  • Penciptaan hubungan dan kerja sama yang harmonis yang didasari oleh sikap saling menghargai satu sama lain.

Karakteristik 3: Harapan yang Tinggi untuk Berprestasi

  • Penciptaan etos positif yang dapat mendorong siswa berprestasi.
  • Tanggung jawab yang tinggi bagi pembelajaran siswa.
  • Harapan yang tinggi akan pekerjaan yang berkualitas tinggi.
  • Pemberian perhatian pribadi kepada siswa perorangan.

Karakteristik 4: Pemantauan terhadap Kemajuan Siswa

  • Pemberian pekerjaan rumah kepada siswa.
  • Terdapat prosedur penilaian yang dilakukan secara terprogram (formatif dan sumatif).
  • Pemberian balikan yang segera kepada siswa.

Karakteristik 5: Kepemimpinan Kepala Sekolah

  • Sejauh mana tanggung jawab kepemimpinan diambil alih atau didelegasikan oleh kepala sekolah.
  • Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala sekolah berperan penting.
  • Pendekatan kepemimpinan partisipatif.

Karakteristik 6: Pengembangan Guru dan Staf

  • Guru merupakan fasilitator pembelajaran yang perlu dijaga kualitasnya.
  • Pengembangan profesional guru menentukan hasil pembelajaran.
  • Perlu adanya program pengembangan guru dan staf.

Karakteristik 7: Penguatan Kapasitas Siswa

  • Tujuan akhir program pembelajaran adalah pada peningkatan kemampuan siswa.
  • Pemberian kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan potensi dirinya.
  • Penyediaan program dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Karakteristik 8: Keterlibatan Orangtua dan Masyarakat

  • Keterlibatan orangtua merupakan stimulus eksternal yang berperan penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
  • Kerjasama orangtua dan sekolah dalam pemberian bimbingan belajar dan dalam menumbuhkan kedisiplinan kepada anak mereka.

Karakteristik 9: Keterlibatan dan Tanggung Jawab Siswa

  • Pembelajaran hanya mungkin terjadi bilamana siswa mempunyai pandangan yang positif terhadap sekolahnya dan peranan mereka di dalamnya.
  • Keterlibatan siswa menumbuhkan pada diri siswa rasa memiliki terhadap sekolah dan terhadap pembelajarannya sendiri.

Karakteristik 10: Penghargaan dan Insentif

  • Pemberian penghargaan jauh lebih penting ketimbang menghukum atau menyalahkan siswa.
  • Penghargaan dan insentif mendorong munculnya perilaku positif dan, dalam beberapa hal, mengubah perilaku siswa (dan juga guru).

Karakteristik 11: Tata tertib dan Kedisiplinan

  • Kesepakatan kepala sekolah dan guru terhadap kebijakan disiplin sekolah.
  • Dukungan yang diberikan kepada guru bilamana mereka melaksanakan peraturanA disiplin sekolah.

Sumber: Arismunandar. Sistem Manajemen Sekolah (Materi Pelatihan Pengawas Sekolah)

Trik-trik dalam menghadapi Ujian Nasional.

Untuk Adik-adik yang menghadapi Ujian Nasional (SD,SMP & SMA ) ada beberapa tips yang sekiranya dapat dipertimbangkan sebagai upaya persiapan dalam menghadapi UAN 2009.

1. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional * Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.

2. Bersikaplah proaktif * Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal 5,25, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 atau 8,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.

3. Buatlah rencana * Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.

4. Perbanyaklah baca dan latihan soal * Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).

5. Belajar kelompok * Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.

6. Efektifkan belajar di sekolah * Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.

7. Mohon doa restu dari orang tua *Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UAN 2008 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UAN.

8. Berdoalah pada Allah *Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Sang Pencipta. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. Allah Maha Tahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hambaNYA.

Penulis : Bahtiar Malingi
(Mahasiswa S2 UNY Yogyakarta/Dosen IAIN Mataram NTB)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.